Selasa, 28 Mei 2013

CANTIK ITU …..




Seberapa penting kecantikan bagi seorang wanita?
Sebuah fakta, tidak ada seorang pun wanita yang tidak pernah ingin terlihat cantik, bahkan yang tomboy sekalipun. Selalu ada alasan untuk terlihat cantik.
Ada yang menyangkal? Kenapa harus disangkal?

Seberapa penting kecantikan bagi seorang pria?
Sangat alami bagi seorang pria untuk menilai wanita dari penampilan luarnya, dalam hal ini kecantikan. Dari mata turun ke hati, begitulah penilaian yang umum.
Ingin menyangkal dengan inner beauty? Hey! Come on… Itu penliaian selanjutnya.



Kenapa bisa ada sangkalan?
Here. Saya sempat bertanya ke beberapa orang tentang arti cantik itu apa. (tanpa merubah gaya bahasa dan tanda baca ni ya hehehe)
Gita Hutapea : Cantik itu enak dipandang, ruth. Kalau cantik kan identiknya sama mata, nah pasti harus enak dilihat dan dipandang dong. Hehehehe
Maria : Emmmm cantik itu menurut aku fisik sih, Met. Kalau orang bilang lebih ke kepribadiannya, agak bullshit sih. Hehehehe
Gita Ginting : Cantik itu natural. Fisik gak harus perfect, sing penting PAS. (apalah jawabanku ini). | ini sih saya simpulkan dari obrolan : Cantik itu dandanan yang naturan dan pas.
Adeline : kalau cantik sih umumnya ke wajah, Ruth. Cantik itu ya bagus, enak dilihat.
Iren : Emmm. Cantik itu eyecatching atau menarik.
Bastian : Cantik itu bersih, tahu menjaga dan merawat diri sendiri dari luar juga dari dalam.


Christin : Cantik itu kalau terpancar kebahagiaan dari dalam, cantik itu terima diri sendiri.
Nanda : Cantik itu relatif. Kalau menurut aku cantik itu dari sifat yang baik dan perilaku yang aku suka. Cantik ya kalau aku sekarang menilai cantik itu sesuai dengan apa yang aku pengen, dari sifat dan perilaku, gak wajah. Soalnya Uwyang (uhuk! Maklum baru jadian) bukan tipeku, Ruth. Tapi sifatnya sampai perilakunya membuat aku bisa bilang dia cantik.
Jef : Cantik itu sifatnya. Kalau menurut abang, cantik itu sih inner beauty-nya.
Nifa : Cantik itu AKU. Hahahaha. Beauty is ME. Just be myself and I’m beautiful already. Hahahaha #overPD | Yang ini saya setuju, setuju dengan over PDnya. Hehehe
Agustin : Smart and elegant. Smart dalam berpikir, bertindak, dan mengucap. Elegant dalam berkehidupan social.

Yanuar : Cantik itu waktu kalian bisa sabar ketika kalian harusnya membentak. Cantik itu kalau kalian bisa menerima diri kalian, berubah seproporsi dengan kekuatan, talent, dan passion yang kalian punya. Cantik itu waktu kalian respect sama diri kalian juga. So, if you are not confident on yourself, you are not beautiful. So, if you are a punk girl, lets being a punk!
Bimo : Cantik itu bukan muka yang mulus apalagi make up, BIG NO! Bukan badan yang bagus. Cantik itu menarik, energik, senyum, ceria, manner. Apa lagi, ya? Hehehehe
Felicia : Yuhuuu. Menurut gueee cantik itu hal indah yang kadang-kadang orang litanya dari sudut yang berbeda. Akhirnya cantik itu jadi hal yang relative gitu deh :p (Udah lama iki mikirnyaaa. Susah juga ternyata ;p)
Radit : Cantik, secara sekilas dilihat, berhubungan dengan pandangan, dapat memukau. Secara teliti (tidak hanya dari ngelihat saja), aspek lain kayak perilaku menjadi faktor penilai, disamping dari visual tadi.

Nah! Perbedaan pandangan itulah yang membuat sangkalan. Berpikir realistis saja, bahkan arti cantik di kamus tidak menjelaskan tentang inner beauty :p
Cantik itu kata sifat yang secara alami langsung ditafsirkan mengacu pada wajah dan penampilan. (Ngomong apa saya ini? -_-“) So, kalau ada yang menilai cantik selain fisik, ada 2 kemungkinan dibaliknya. Beliau menilai secara mature atau menilai agar terlihat mature. #eh (gak ada pemaksaan karakter loh ini, hehehehe)
Salah seorang guru saya saat SMA menyampaikan pesan perpisahan yang unik pada saya sebelum lulus.
“Ruth, cewek itu cantik kalau bersih. Buktikan saja!”
Yah, iklan saja memakai jargon seperti itu.
“Cantik itu putih, putih itu bersih.” (kebalik gak, sih?)
Cantik yang dimaksud dalam artikel ini adalah dalam arti harafiah dan realistis, fisik. So, coba pertimbangkan lagi cantik seperti apa yang kamu bayangkan. Gambaran seperti apa yang kamu lihat di cermin saat kamu katakana cantik? Seperti apa gambaran saat kamu melihat pribadi-pribadi seperti di pendapat tadi? Bukan inner, tapi fisik. Seperti itulah gambaran cantik yang kamu inginkan.

LAST PICTURE, HEHEHEHEHE......

Jadi, apa arti cantik bagimu????


Behind the scene:
Sabtu, 12 Mei 2013
Saya mendengar suara yang khas dari acara malam pangarapotan (malam sebelum pengebumian orang yang sudah meninggal. Soal adat batak tolong jangan tanya saya lebih jauh. Saya terlalu awam untuk menjelaskannya. Hehehehe). Orang tua tetangga saya ada yang meninggal dan besok pengebumiannya. Suara nyanyian itu adalah suara Pak Pakpahan, seorang guru di SMA saya sekaligus tetangga saya. Suaranya sangat khas, dan tiba-tiba saya teringat pesan Beliau sebelum saya lulus. Itulah kenapa artikel ini bisa muncul.

Ruth Hutapea









Kamis, 09 Mei 2013

ABCD - Any Body Can Dance





Pernah nonton Step Up? Step Up 1, 2, 3, 4???
Street Dance? Street Dance 1, 2???
Sekarang giliran Bollywood menggebrak dengan tema dance. Yah, kita semua tahu di setiap film Bollywood pasti ada nyanyian dan tariannya. Tapi kali ini, tarian menjadi tema utamanya. Bisa dibilang ini Step Up versi Bollywood, dengan 3D!

Sama seperti judul artikel ini, ABCD (Any Body Can Dance). Itu adalah judul film Bollywood yang saya maksud. Film ini mulai tayang mendunia tanggal 8 Februari 2013. Kalau melihat dari nama para pemainnya, tidak ada satu pun yang saya tahu padahal saya termasuk fans bollywood loh... (angkat dagu!). di IMBD sendiri, film ini mendapat rating 3 1/2.


Film ini menceritakan Vishnu (Prabhu Deva), seorang guru tari di JDC (Jehangir Dance Company) dan perjalanannya. JDC dia dirikan bersama sahabatnya Jehangir Khan (Kay Kay Menon). Ketamakan menghancurkan persahabatan mereka dan Vishnu memutuskan untuk keluar dari JDC. Awalnya Vishnu berniat pulang kampung ke Chennai, tapi temannya Gopi (Ganesh Acharya) menahannya untuk tetap tinggal di Mumbai bersamanya. Di situlah ishnu melihat beberapa anak muda dengan kemampuan dance tepat saat perayaan agama. Dia memutuskan untuk membentuk tim dance-nya, dan perjalanannya dimulai bersama DDR(Dance Revolution) menuju kompetisi DDS (Dance Dil Se).


Khasnya bollywood selalu menyajikan sisi cerita yang menyentuh. Persaingan antara dua kapten tim dance, D (Dharmesh Yelande) dengan Rocky (Salman Yusuff Khan). Ada lagi kisah percintaan yang bisa mengalirkan air mata tanpa disadari. Satu lagi yang utama, pengkhianatan dalam persahabatan. Semuanya dibalut dalam tarian yang pas.

Yang melekat di ingatan saya ada beberapa scene. Pertama dance-nya Vishnu di klub saat battle. Scene ini saya ulangi sampai tiga kali. He is Awesome! Kedua, saat persahabat D dan Rocky membaik. Hey! cuma karena hal sepele? COme on! Ketiga, scene Chandu (Punit Pathak). Like his name, dia seorang pecandu yang berjuang untuk berhenti ngobat dengan berlatih dance yang sangat dia cintai sampai akhirnya dia berhasil. Ada bagian dari scene-nya yang membuat air mata mengalir secara tidak sadar, terutama bagian dance saat semifinal. Keempat, saat babak final. They're Great! Saya sempat merinding.



DANCE :
D - Dicipline
A - Attitude
N - New
C - Confident
E - Expression

"Put your heart into dance and dance will never leave your heart"

Itu adalah quote terakhir di film ini...
"Persahabatan sering dinilai tidak tulus dan melahirkan pengkhianatan. Tapi yakinlah, ketulusan selalu membawa hasil yang baik di akhir"

Itu quote dari saya...

Selamat menonton.......

Minggu, 05 Mei 2013

Bisakah, kau?

Aku ingin membuat permintaan,
sebuah permintaan terakhirku padamu.

Saat kita bertemu esok, bisakah kau berpura-pura?
Pura-pura tidak melihatku.
Pura-pura tidak mengenalku.

Saat kita bertemu esok, bisakah kau melakukannya?
Jangan melihatku!
Jangan juga menyapaku!

Saat kita bertemu esok, bisakah kau tidak mengacuhkanku?
Jangan menatap!
Jangan juga tersenyum!

Bisakah kau menghilang?
Bisakah kau melupakan hari-hari bersamaku?

Meskipun aku yakin kita tidak akan bertemu,
tapi bisakah kau mengabaikanku saja?

Ruth Hutapea

Jumat, 15 Februari 2013

SAJAK SEDERHANA, “Aku Sedang Jatuh Cinta”



Aku ingin mengatakan 'Aku sedang jatuh cinta'
Layaknya awam, akan aku ungkap lewat sajak
Layaknya aku, yang mencintai kesederhanaan
Sajak ini kusajikan dengan style-ku

Bukan lewat sajak berat yang muncul
Seperti rotasi, gemuruh, hypothermia
Ataupun sajak berlebihan seperti awam,
Tenggelam dalammu, lubuk hati paling dalam, tatapan matamu
Sesuatu yang bukan seperti itu

Aku ingin mengatakan ‘Aku sedang jatuh cinta’
Hanya satu kalimat itu saja,
sudah menggambarkan seluruh bait dalam sajak ini
aku menyampaikannya lewat sajak sederhana

“ Aku sedang jatuh cinta, menikmati setiap perasaan yang ada. “
Tidak dengan bunga ataupun cokelat.
Hanya sebuah kalimat tanpa bumbu
Terasa pas dan tepat, “Aku sedang jatuh cinta”

Ruth Hutapea

PS : Puisi ini ada karena sajak dari sebuah film India, Jab Tak Hai Jaan. Memang gak ada hubungannya sih, tapi puisi ini ada setelah membaca sajak dari film tersebut ^^

Kamis, 14 Februari 2013

Love Is (not) Complicated



" Ini cerpen terbaru.. saya no comment aja deh.. ^^ "
LOVE IS (NOT) COMPLICATED
By : Ruth Hutapea
“Hahaha… That’s funny!”
“Zzzzzz….!!!”
“Why???”
“Itu tertawa atau menertawakan??”
“Yayaya… Logikanya sebagai pria lo harus inisiatif duluan buat ngasih tempat duduk. Apalagi buat bumil kayak gitu.”
“Si bumil aja gak sewot. Kenapa malah ibu-ibu sebelah gue yang ngomel. Lagian gue juga capek kali.”
“Tapi lo kan pria. Dewasa!”
“Pria dewasa juga manusia. Bisa capek”
“Wait! Lo pria kan ya?”
“Maksud lo?”
“Hahaha…”
“Kalau bercanda itu tau waktu dong!”
“Lah??”
….
“Hello??? Lo marah??”
….
“Gue bercanda kali..”
….

Bayang Fatal



" Cerpen yang ini ditulis waktu kelas 2 SMA. nyolong waktu pelajaran kewarganegaraan karena tiba-tiba disuruh ikut lomba. Kalau soal bahasa tulisan sih, ..... *silent* Enjoy it lah yaaaa..."
Bayang Fatal
By : Ruth Hutapea
Hujan kecil membasahi taman asri halaman sebuah rumah sakit pagi itu. Dedaunan tampak ikut bergoyang seirama dengan jatuhnya rintik hujan. Seorang gadis berseragam putih abu-abu berjalan di koridor menatap kosong ke depan. Tidak tahu apa yang ada dipikirannya. Ia berhenti di depan sebuah pintu berwarna putih sejenak seperti sedang memutuskan untuk tetap melanjutkan niatnya atau tidak, lalu mengalihkan pandangannya ke papan bertuliskan nama seorang psikolog. Untuk membulatkan niatnya, ia menutup mata dan menghela nafas panjang.
“Permisi, Tante!” ucapnya setelah mengetuk pintu.
“Masuk! Rhea? Tumben kamu ke sini?” jawab wanita separuh baya itu dengan wajah terkejut yang kemudian berganti dengan senyuman tulus.
Rhea hanya menjawabnya dengan senyuman.
“Ada apa kamu ke sini, Rhe?” Rhea hanya diam.
“Kamu gak sekolah?” Rhea menjawab dengan gelengan. Wanita itu mempersilahkan Rhea untuk duduk.
“Rhea, kamu ada masalah? Apa ada hubungannya dengan orang tua kamu?” tanya wanita itu lagi.
Diam menyelimuti ruangan. Pertanyaan itu membuat wajah Rhea semakin sendu.
***

Orange Juice Love



" Cerpen ini ada sekitar 4 tahun yang lalu, zaman-zaman masih labil dalam pemikiran dan bahasa. Bahkan saya masih suka senyum-senyum sendiri membacanya. Cerpen ini sengaja tidak saya edit untuk mengingat seperti apa jenis tulisan saya dulu. Selamat membaca sambil tersenyum :) "
Orange Juice Love
By : Ruth Hutapea
Minggu sore ini, langit hitam. Perlahan air mulai jatuh membasahi halaman yang penuh rumput, semakin deras. Tidak tahu kapan akan berhenti, aku mencoba mencari kesibukan di kamar ditemani laptop kesayanganku. Brown namanya. Aku mulai membuka aplikasinya satu persatu. Tidak ada yang menarik. Aku menjatuhkan tubuhku ke tempat tidur dengan membiarkan brown tetap menyala di atas meja.
Mataku mulai terpejam saat ponsel kecilku yang kuberi nama pink sesuai dengan warnanya, walaupun aku benci pink tapi ini hadiah dari sepupuku. Doni! Nama itu muncul di layar ponselku.
“Tumben ni anak nelfon.” Pikirku.
Dengan enggan tapi penasaran aku menjawab telpon dari Doni.
“Kenapa, Don? Tumben lo nelfon gue.”
“Gue butuh bantuan lo, Sha.”
“Rey!”
“Iya, Reysha.”
“Bantuan apa?”
“Besok gue jelasin ke elo. Thanks ya, Rey.”
Telpon diputus. Aku belum menjawab ‘ya’ tetapi doni sudah mengiyakan jawaban Rey.
Suara hujan kembali membawaku ke alam mimpi.
***

Surat yang Tak Tersampaikan

Dear Pahlawan Wanitaku yang Paling Cantik,                 Aku bersenandung bersama isak pagi ini                 Terulang memori...