For us, hanya mengenal satu kata
Rumit untuk dijelaskan, bahkan dengan kata
Ibarat kepompong? Bahkan lebih indah dari kupu-kupu
Entah apa orang menyebutnya, kita tidak semu
Nanti bila kita tidak lagi bersama, judul itu masih ada
Dengan atau tanpa alasan, semua berjalan sama
Sama seperi mata dan tangan
Hanya akan mengerti satu dan yang lain
Ini bukan hal rumit untuk dirasakan
Pertama dan terakhir, aku menyebutnya sahabat
Kamis, 17 Oktober 2013
F.R.I.E.N.D.S.H.I.P
Kamis, 20 Juni 2013
Ujian Tanpa Batas
Hidup ini ujian tanpa batas
Ketika berhasil, artinya naik tingkatan
Hidup ini tingkatan tanpa batas
Setiap tingkatan menuju ujian akhir
dengan nyawa sebagai kuponnya
Untuk apa ada sedih? Agar bisa merasakan bahagia
Untuk apa ada susah? Agar bisa merasakan senang
Untuk apa ada sehat? Agar bisa merasakan sakit
Untuk apa ada tawa? Agar bisa merasakan tangis
Jika hidup hanya berisi ujian tanpa akhir, apa tingkatan tertinggi?
Jika hidup hanya berisi ujian tanpa akhir, untuk apa naik tingkat?
Tidak bisakah ujian tingkat yang sama seperti permainan?
Bahagia hanya selingan
Saat ujian yang satu berakhir, bersiaplah untuk ujian selanjutnya
Bahagia hanya kelegaan sesaat
sebelum terjatuh kembali untuk bangkit
Begitulah seterusnya dan seharusnya
Ruth Hutapea
Ketika berhasil, artinya naik tingkatan
Hidup ini tingkatan tanpa batas
Setiap tingkatan menuju ujian akhir
dengan nyawa sebagai kuponnya
Untuk apa ada sedih? Agar bisa merasakan bahagia
Untuk apa ada susah? Agar bisa merasakan senang
Untuk apa ada sehat? Agar bisa merasakan sakit
Untuk apa ada tawa? Agar bisa merasakan tangis
Jika hidup hanya berisi ujian tanpa akhir, apa tingkatan tertinggi?
Jika hidup hanya berisi ujian tanpa akhir, untuk apa naik tingkat?
Tidak bisakah ujian tingkat yang sama seperti permainan?
Bahagia hanya selingan
Saat ujian yang satu berakhir, bersiaplah untuk ujian selanjutnya
Bahagia hanya kelegaan sesaat
sebelum terjatuh kembali untuk bangkit
Begitulah seterusnya dan seharusnya
Ruth Hutapea
Kabari aku kalau kalian menemukan Tuhan
Aku sama seperti mereka, hidup dalam bayang
Tertanam lama bahwa Dia nyata
Terikat dalam ingatan bahwa Dia berwujud sama
It's a common, Dia adalah Tuhan
Setiap pos aku lalui, berusaha tidak terlupakan
Imani bahwa Dia ada dan nyata
Aku mencari setiap ruang dan kesempatan
Merasakan kehadiran-Nya setiap waktu
Nihil....
Aku bukan tidak bersyukur
Aku bukan tidak sadar
Aku bukan tidak berhati
Aku bukan tidak berpengetahuan
Aku hanya sedang mencari
AKu bukan tidak mengimani
Aku bukan tidak berpengharapan
Aku bukan tidak berkasih
Aku tetap melangkah hingga detik ini hanya untuk mencari
Ada titik dimana aku merasa cukup
Fatamorgana garis finish yang buram menjadi patokan
Aku berhenti melangkah dan mencari
Hanya, kabari aku kalau kalian menemukan Tuhan
Tertanam lama bahwa Dia nyata
Terikat dalam ingatan bahwa Dia berwujud sama
It's a common, Dia adalah Tuhan
Setiap pos aku lalui, berusaha tidak terlupakan
Imani bahwa Dia ada dan nyata
Aku mencari setiap ruang dan kesempatan
Merasakan kehadiran-Nya setiap waktu
Nihil....
Aku bukan tidak bersyukur
Aku bukan tidak sadar
Aku bukan tidak berhati
Aku bukan tidak berpengetahuan
Aku hanya sedang mencari
AKu bukan tidak mengimani
Aku bukan tidak berpengharapan
Aku bukan tidak berkasih
Aku tetap melangkah hingga detik ini hanya untuk mencari
Ada titik dimana aku merasa cukup
Fatamorgana garis finish yang buram menjadi patokan
Aku berhenti melangkah dan mencari
Hanya, kabari aku kalau kalian menemukan Tuhan
Ruth Hutapea
Selasa, 28 Mei 2013
WANITA ITU …
Dia
ibarat akar untuk sebuah pohon,
kuat
dan kokoh
Dia
ibarat batang untuk sebuah pohon,
menopang
keluarganya hingga bertumbuh
Dia
kuat, kokoh, dan berani
Dia
istri yang mampu mempertahankan rumah tangganya
Dia
ibu yang mampu mendidik anaknya
Dia
wanita yang berhasil menjadi wanita seutuhnya
Ini
titik terakhir kekuatannya
Saat
dia mencapai batas sebagai wanita
Kembali
menjadi seorang manusia biasa
Yang
merasakan sakit dan tangisan
Dia
tak sanggup lagi menahan air mata
Bahkan
tawanya pun tertelan
Di
titik akhir ini dia mencoba bertahan
Hanya
sedikit saja pengharapan padanya
Perjuangannya
belum berakhir, bahkan saat di titik akhirnya
Inong…..
Ruth
Hutapea

CANTIK ITU …..
Seberapa penting
kecantikan bagi seorang wanita?
Sebuah fakta,
tidak ada seorang pun wanita yang tidak pernah ingin terlihat cantik, bahkan
yang tomboy sekalipun. Selalu ada alasan untuk terlihat cantik.
Ada yang
menyangkal? Kenapa harus disangkal?
Seberapa penting
kecantikan bagi seorang pria?
Sangat alami
bagi seorang pria untuk menilai wanita dari penampilan luarnya, dalam hal ini
kecantikan. Dari mata turun ke hati, begitulah penilaian yang umum.
Ingin menyangkal
dengan inner beauty? Hey! Come on… Itu penliaian selanjutnya.
Kenapa bisa ada
sangkalan?
Here. Saya sempat bertanya ke beberapa
orang tentang arti cantik itu apa. (tanpa merubah gaya bahasa dan tanda baca ni
ya hehehe)
Gita Hutapea : Cantik itu enak dipandang, ruth. Kalau cantik kan identiknya sama mata, nah pasti harus enak dilihat dan dipandang dong. HeheheheMaria : Emmmm cantik itu menurut aku fisik sih, Met. Kalau orang bilang lebih ke kepribadiannya, agak bullshit sih. HeheheheGita Ginting : Cantik itu natural. Fisik gak harus perfect, sing penting PAS. (apalah jawabanku ini). | ini sih saya simpulkan dari obrolan : Cantik itu dandanan yang naturan dan pas.Adeline : kalau cantik sih umumnya ke wajah, Ruth. Cantik itu ya bagus, enak dilihat.Iren : Emmm. Cantik itu eyecatching atau menarik.Bastian : Cantik itu bersih, tahu menjaga dan merawat diri sendiri dari luar juga dari dalam.
Christin : Cantik itu kalau terpancar kebahagiaan dari dalam, cantik itu terima diri sendiri.Nanda : Cantik itu relatif. Kalau menurut aku cantik itu dari sifat yang baik dan perilaku yang aku suka. Cantik ya kalau aku sekarang menilai cantik itu sesuai dengan apa yang aku pengen, dari sifat dan perilaku, gak wajah. Soalnya Uwyang (uhuk! Maklum baru jadian) bukan tipeku, Ruth. Tapi sifatnya sampai perilakunya membuat aku bisa bilang dia cantik.Jef : Cantik itu sifatnya. Kalau menurut abang, cantik itu sih inner beauty-nya.Nifa : Cantik itu AKU. Hahahaha. Beauty is ME. Just be myself and I’m beautiful already. Hahahaha #overPD | Yang ini saya setuju, setuju dengan over PDnya. HeheheAgustin : Smart and elegant. Smart dalam berpikir, bertindak, dan mengucap. Elegant dalam berkehidupan social.
Yanuar : Cantik itu waktu kalian bisa sabar ketika kalian harusnya membentak. Cantik itu kalau kalian bisa menerima diri kalian, berubah seproporsi dengan kekuatan, talent, dan passion yang kalian punya. Cantik itu waktu kalian respect sama diri kalian juga. So, if you are not confident on yourself, you are not beautiful. So, if you are a punk girl, lets being a punk!
Bimo : Cantik itu bukan muka yang mulus apalagi make up, BIG NO! Bukan badan yang bagus. Cantik itu menarik, energik, senyum, ceria, manner. Apa lagi, ya? HeheheheFelicia : Yuhuuu. Menurut gueee cantik itu hal indah yang kadang-kadang orang litanya dari sudut yang berbeda. Akhirnya cantik itu jadi hal yang relative gitu deh :p (Udah lama iki mikirnyaaa. Susah juga ternyata ;p)Radit : Cantik, secara sekilas dilihat, berhubungan dengan pandangan, dapat memukau. Secara teliti (tidak hanya dari ngelihat saja), aspek lain kayak perilaku menjadi faktor penilai, disamping dari visual tadi.
Nah! Perbedaan
pandangan itulah yang membuat sangkalan. Berpikir realistis saja, bahkan arti
cantik di kamus tidak menjelaskan tentang inner
beauty :p
Cantik itu kata
sifat yang secara alami langsung ditafsirkan mengacu pada wajah dan penampilan.
(Ngomong apa saya ini? -_-“) So,
kalau ada yang menilai cantik selain fisik, ada 2 kemungkinan dibaliknya.
Beliau menilai secara mature atau
menilai agar terlihat mature. #eh
(gak ada pemaksaan karakter loh ini, hehehehe)
Salah seorang
guru saya saat SMA menyampaikan pesan perpisahan yang unik pada saya sebelum
lulus.
“Ruth, cewek itu cantik kalau bersih. Buktikan saja!”
Yah, iklan saja
memakai jargon seperti itu.
“Cantik itu putih, putih itu bersih.” (kebalik gak, sih?)
Cantik yang
dimaksud dalam artikel ini adalah dalam arti harafiah dan realistis, fisik. So, coba pertimbangkan lagi cantik
seperti apa yang kamu bayangkan. Gambaran seperti apa yang kamu lihat di cermin
saat kamu katakana cantik? Seperti apa gambaran saat kamu melihat
pribadi-pribadi seperti di pendapat tadi? Bukan inner, tapi fisik. Seperti itulah gambaran cantik yang kamu
inginkan.
LAST PICTURE, HEHEHEHEHE......
Jadi, apa arti cantik bagimu????
Sabtu, 12 Mei
2013
Saya mendengar suara
yang khas dari acara malam pangarapotan (malam sebelum pengebumian orang yang
sudah meninggal. Soal adat batak tolong jangan tanya saya lebih jauh. Saya terlalu
awam untuk menjelaskannya. Hehehehe). Orang tua tetangga saya ada yang
meninggal dan besok pengebumiannya. Suara nyanyian itu adalah suara Pak
Pakpahan, seorang guru di SMA saya sekaligus tetangga saya. Suaranya sangat
khas, dan tiba-tiba saya teringat pesan Beliau sebelum saya lulus. Itulah kenapa
artikel ini bisa muncul.
Ruth
Hutapea
Kamis, 09 Mei 2013
ABCD - Any Body Can Dance
Pernah nonton Step Up? Step Up 1, 2, 3, 4???
Street Dance? Street Dance 1, 2???
Sekarang giliran Bollywood menggebrak dengan tema dance. Yah, kita semua tahu di setiap film Bollywood pasti ada nyanyian dan tariannya. Tapi kali ini, tarian menjadi tema utamanya. Bisa dibilang ini Step Up versi Bollywood, dengan 3D!
Sama seperti judul artikel ini, ABCD (Any Body Can Dance). Itu adalah judul film Bollywood yang saya maksud. Film ini mulai tayang mendunia tanggal 8 Februari 2013. Kalau melihat dari nama para pemainnya, tidak ada satu pun yang saya tahu padahal saya termasuk fans bollywood loh... (angkat dagu!). di IMBD sendiri, film ini mendapat rating 3 1/2.
Film ini menceritakan Vishnu (Prabhu Deva), seorang guru tari di JDC (Jehangir Dance Company) dan perjalanannya. JDC dia dirikan bersama sahabatnya Jehangir Khan (Kay Kay Menon). Ketamakan menghancurkan persahabatan mereka dan Vishnu memutuskan untuk keluar dari JDC. Awalnya Vishnu berniat pulang kampung ke Chennai, tapi temannya Gopi (Ganesh Acharya) menahannya untuk tetap tinggal di Mumbai bersamanya. Di situlah ishnu melihat beberapa anak muda dengan kemampuan dance tepat saat perayaan agama. Dia memutuskan untuk membentuk tim dance-nya, dan perjalanannya dimulai bersama DDR(Dance Revolution) menuju kompetisi DDS (Dance Dil Se).
Khasnya bollywood selalu menyajikan sisi cerita yang menyentuh. Persaingan antara dua kapten tim dance, D (Dharmesh Yelande) dengan Rocky (Salman Yusuff Khan). Ada lagi kisah percintaan yang bisa mengalirkan air mata tanpa disadari. Satu lagi yang utama, pengkhianatan dalam persahabatan. Semuanya dibalut dalam tarian yang pas.
Yang melekat di ingatan saya ada beberapa scene. Pertama dance-nya Vishnu di klub saat battle. Scene ini saya ulangi sampai tiga kali. He is Awesome! Kedua, saat persahabat D dan Rocky membaik. Hey! cuma karena hal sepele? COme on! Ketiga, scene Chandu (Punit Pathak). Like his name, dia seorang pecandu yang berjuang untuk berhenti ngobat dengan berlatih dance yang sangat dia cintai sampai akhirnya dia berhasil. Ada bagian dari scene-nya yang membuat air mata mengalir secara tidak sadar, terutama bagian dance saat semifinal. Keempat, saat babak final. They're Great! Saya sempat merinding.
"Put your heart into dance and dance will never leave your heart"
Itu adalah quote terakhir di film ini...
"Persahabatan sering dinilai tidak tulus dan melahirkan pengkhianatan. Tapi yakinlah, ketulusan selalu membawa hasil yang baik di akhir"
Itu quote dari saya...
Selamat menonton.......
Minggu, 05 Mei 2013
Bisakah, kau?
Aku ingin membuat permintaan,
sebuah permintaan terakhirku padamu.
Saat kita bertemu esok, bisakah kau berpura-pura?
Pura-pura tidak melihatku.
Pura-pura tidak mengenalku.
Saat kita bertemu esok, bisakah kau melakukannya?
Jangan melihatku!
Jangan juga menyapaku!
Saat kita bertemu esok, bisakah kau tidak mengacuhkanku?
Jangan menatap!
Jangan juga tersenyum!
Bisakah kau menghilang?
Bisakah kau melupakan hari-hari bersamaku?
Meskipun aku yakin kita tidak akan bertemu,
tapi bisakah kau mengabaikanku saja?
sebuah permintaan terakhirku padamu.
Saat kita bertemu esok, bisakah kau berpura-pura?
Pura-pura tidak melihatku.
Pura-pura tidak mengenalku.
Saat kita bertemu esok, bisakah kau melakukannya?
Jangan melihatku!
Jangan juga menyapaku!
Saat kita bertemu esok, bisakah kau tidak mengacuhkanku?
Jangan menatap!
Jangan juga tersenyum!
Bisakah kau menghilang?
Bisakah kau melupakan hari-hari bersamaku?
Meskipun aku yakin kita tidak akan bertemu,
tapi bisakah kau mengabaikanku saja?
Ruth Hutapea
Langganan:
Postingan (Atom)
Surat yang Tak Tersampaikan
Dear Pahlawan Wanitaku yang Paling Cantik, Aku bersenandung bersama isak pagi ini Terulang memori...
-
Apa yang terbersit pertama kali saat mendengar kata “Pria Ideal”??? PS: Ideal tidak sama dengan sempurna loh :-P Saya sudah melakukan bebe...
-
Hari Minggu siang, pulang gereja di GKI Gejayan bersama Robin Aritonang , kami mampir ke rumah makan prasmanan. Cukup ramai karena tepat jam...
-
Tulisan ini ada karena aku tidak bisa melepasmu, adikku. Aku tidak bisa melihatmu untuk terakhir kalinya. Bahkan aku tidak ada di sampingmu ...









